BenzerRacingNews ~ AMBON — Perkembangan dunia otomotif di Maluku, khususnya Kota Ambon, dinilai masih membutuhkan dorongan besar agar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang lebih maju dalam penyelenggaraan kegiatan bermotor ataupun kegiatan Otomotif Lainnya. Tidak hanya dari sisi jumlah event, tetapi juga ekosistem pendukung seperti komunitas, promotor, pelaku industri kreatif, media, fotografer hingga videografer.
Photographer Event Balap.jpeg 848.81 KB
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih terbatasnya ruang bagi pelaku seni dan industri kreatif untuk terlibat dalam kegiatan otomotif. Media, cinematography, photography, videography hingga wartawan otomotif memiliki peran penting dalam mendokumentasikan sekaligus mempublikasikan potensi daerah. Eksposur yang luas menjadi salah satu faktor yang dapat membantu sebuah daerah dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan otomotif.

Kondisi tersebut berpotensi membuat perkembangan otomotif Maluku berjalan lebih lambat dibandingkan daerah lain. Ketika pelaku media dan kreatif tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk berekspresi dan melakukan peliputan, berbagai potensi kegiatan serta prestasi pembalap lokal menjadi kurang terdokumentasi dan kurang mendapatkan eksposur ke tingkat nasional.
Komunitas Potograph.jpeg 948.52 KB
Padahal, media memiliki fungsi strategis dalam membangun ekosistem otomotif. Publikasi kegiatan dapat membuka peluang bagi pembalap, tim, komunitas, penyelenggara maupun sponsor untuk berkembang. Dokumentasi visual melalui fotografi dan videografi juga dapat menjadi arsip sekaligus materi promosi yang memperkuat citra sebuah event dan daerah.

Mengutip pemberitaan dan data yang pernah dimuat Kompas.com mengenai ketimpangan pembangunan dan aktivitas di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), kawasan Indonesia Timur, termasuk sebagian wilayah Papua dan Maluku, masih menghadapi berbagai keterbatasan dibandingkan wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi dan infrastruktur lebih maju. Dalam konteks otomotif, keterbatasan tersebut dapat terlihat dari relatif sedikitnya kegiatan bermotor dan ekosistem pendukung dibandingkan sejumlah daerah di Pulau Jawa, Sulawesi maupun wilayah Indonesia lainnya.
Peta Daerah Otomotif Berkembang.jpeg 214.85 KB
Karena itu, diperlukan perubahan pola pikir dalam membangun otomotif Maluku. Perangkat otomotif daerah, penyelenggara, komunitas, pelaku industri kreatif dan media idealnya dapat berjalan bersama untuk menciptakan ruang yang lebih terbuka bagi kreativitas.
Otomotif bukan hanya soal balapan dan kendaraan. Di belakangnya terdapat industri media, fotografi, videografi, desain, event organizer, UMKM, sponsor, komunitas dan ekonomi kreatif. Jika seluruh elemen tersebut diberikan ruang untuk berkembang, bukan tidak mungkin Ambon dan Maluku dapat membangun ekosistem otomotif yang lebih kuat dan mampu bersaing secara nasional.Maluku memiliki pembalap, komunitas dan talenta kreatif yang tidak kalah dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, ruang berekspresi, konsistensi event serta dukungan ekosistem agar potensi tersebut dapat terlihat dan berkembang.
Media & EO.jpeg 1.07 MB
Ke depan, keterbukaan terhadap media dan pelaku kreatif menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong kemajuan otomotif Maluku. Semakin banyak kegiatan yang terdokumentasi dan dipublikasikan secara profesional, semakin besar pula peluang Ambon dan Maluku dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi otomotif di Indonesia Timur. |BRN